Bingung kenaikan pajak kendaraan? ini Pejelasannya

Gagal Faham Kenaikan Pajak Kendaraan 2-3 Kali Lipat, Padahal Pajak Tidak Naik –

Terbitnya Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2016 tentang perubahan tarif PNBP di lingkungan kepolisian tak ayal menimbulkan keresahan. Parahnya perubahan tarif ini dipahami keliru oleh masyarakat, mereka mengira mereka harus bayar pajak dua sampai tiga kali dari yang biasa mereka bayar setiap tahunnya. Misal yang biasa bayar 250 ribu dikira bakal harus bayar 500 – 700 ribu, padahal bukan demikian. Terbitnya PP ini tidak lantas membuat masyarakat membayar pajak sebesar dua sampai tiga kalinya dari yang mereka biasa bayarkan tiap tahun.

Lantas apa maksud kenaikan tarif dalam PP no 60 tahun 2016 ? Dari judul PP tersebut tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, sangat jelas bukan pajak kendaraan yang naik.

Lalu apa yang naik? Sebenarnya infografik yang diterbitkan oleh kepolisian sudah sangat jelas menyebutkan apa saja tarif yang naik. Namun info itu masih membingungkan bagi sebagian orang. Untuk memudahkan memahami berapa kenaikan biaya yang harus kita bayar? mari kita buka STNK dan Surat Ketetapan Pajak Daerah yang kita miliki.

Kita bayar, antara lain :

BBN-KB (Biaya Balik Nama Kendaran Bermotor)
PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)
SWDKLLJ (Asuransi Jasa Raharja)
BIAYA ADM. STNK
BIAYA ADM. TNBK

Dari kelima point di atas, kita bandingkan dengan point yang ada dalam PP no 60 tahun, maka poin 2 Pajak Kendaraan Bermotor TIDAK ADA KENAIKAN. Yang naik adalah point berikut:

dir=”ltr”>BBN-KB (jika kita melakukan balik nama)
BIAYA ADM. STNK : (1) Penerbitan STNK dibayar setiap 5 tahun sekali semula 50 ribu menjadi 100 ribu untuk roda 2 dan 3, sementara untuk roda 4 atau lebih naik dari 75 ribu menjadi 200 ribu. (2) Stempel Pengesahan STNK yang semula gratis menjadi 25 ribu untuk roda 2 dan tiga, sementara roda 4 atau lebih sebesar 50 ribu dibayar tiap tahun.
BIAYA ADM TNBK :  Biaya ganti plat nomor baru dibayar tiap 5 tahun sekali, naik dari 30 ribu menjadi 60 ribu untuk roda 2 dan 3, sementara roda 4 atau lebih naik dari 50 ribumenjadi 100 ribu.

Rincian di atas jelas menunjukkan bahwa kita TIDAK AKAN MEMBAYAR 2 – 3 KALI LIPAT DARI YANG BIASA KITA BAYAR, tetapi kenaikan yang harus kita tanggung adalah bagian point Biaya Adm. STNK dan TNBK.

Demikian penjelasan tentang ‘Gagal Faham Kenaikan Pajak Kendaraan 2-3 Kali Lipat, Padahal Pajak Tidak Naik’, semoga bisa membantu. Silahkan share jika tulisan bermanfaat dan bisa membantu orang lain.

BUKAN PAJAK KENDARAAN YANG NAIK TAPI ADMINISTRASI-nya. Ini rincian:

SEPEDA MOTOR:
Hanya naik Rp 39 ribu oer tahun. Administrasi STNK naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Pelat nomor kendaraan naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu. Penerbitan BPKB naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu. Jadi total kenaikan Rp 195 ribu (per lima tahun), atau Rp 39 ribu per tahun.

MOBIL:
Hanya naik Rp 90 rubu per tahun. Adm STNK naik dari Rp 75 ribu menjadi Rp 200 ribu. Pelat nomor naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Penerbitan BPKB naik dari Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu. Total kenaikan mobil Rp 450 ribu (per lima tahun), atau Rp 90 ribu per tahun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *